Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan alias Zulhas menyebut tren pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memberikan dampak yang berbeda bagi eksportir dan importir. Yang mana jika pada saat kondisi seperti ini eksportir tersenyum senang, berbeda halnya dengan importir yang meneriakan keluhan.

“Memang ada dua sisi, kalau yang eksportir senang, cuma yang importir teriak,” ungkap Zulhas saat ditemui wartawan di Auditorium Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jakarta, Kamis (25/4/2024).

Menurutnya, untuk bisa mengatur dan berada di tengah-tengah antara dua sisi tersebut bukanlah perkara yang mudah. Namun ia meminta kepada seluruh pihak, untuk mempercayakan soal masalah nilai tukar kepada otoritas terkait, yakni Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI).




Petugas menghitung uang di tempat penukaran uang Dolar Asia, Melawai, Blok M, Jakarta, Selasa, (3/10). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Foto: Petugas menghitung uang di tempat penukaran uang Dolar Asia, Melawai, Blok M, Jakarta, Selasa, (3/10). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Petugas menghitung uang di tempat penukaran uang Dolar Asia, Melawai, Blok M, Jakarta, Selasa, (3/10). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

“Mengatur yang tengah-tengah itu lah saya kira akan dilaksanakan oleh yang memiliki otoritas. Kita percaya kebijakan nanti akan dikeluarkan oleh BI, kita kan kuat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zulhas menyebut Cadangan Devisa (Cadev) Indonesia kuat, sehingga tidak perlu khawatir dengan masalah pelemahan nilai tukar yang tengah terjadi saat ini.

“Cadev kita kan kuat, jadi tidak perlu terlalu khawatir, kita percayakan kepada yang punya otoritas untuk mengatasi perubahan nilai tukar itu. Tetapi Menkeu (Menteri Keuangan) dan Gubernur BI sudah menyampaikan untuk kita tidak perlu khawatir,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Pagi-Pagi Mendag Sidak ke Pasar Senen, Borong Daging Ayam


(wur)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *