Jakarta, CNBC Indonesia – Pengadilan Rusia pada Rabu (24/4/2024) memerintahkan salah satu wakil Menteri Pertahanan (Menhan) Sergei Shoigu untuk ditahan karena dicurigai menerima suap. Ini menjadi kasus korupsi paling terkenal sejak invasi Rusia ke Ukraina.

Wakil Menteri Pertahanan Timur Ivanov ditahan pada Selasa (23/4/2024) di tempat kerjanya oleh Dinas Keamanan Federal (FSB), penerus utama KGB era Soviet, karena menerima suap dalam jumlah besar.

Pengadilan Distrik Basmanny Moskow memerintahkan Ivanov ditahan hingga 23 Juni. Menurut rekaman yang dirilis oleh layanan pengadilan, Ivanov yang berusia 48 tahun, terlihat berseragam berdiri di dalam sangkar kaca di pengadilan, sedikit mengernyit.

“Penyelidikan meyakini bahwa Ivanov melakukan konspirasi kriminal dengan pihak ketiga, bekerja sama dengan mereka terlebih dahulu untuk melakukan kejahatan terorganisir oleh kelompok terorganisir,” kata layanan pengadilan, seperti dikutip Reuters.

Dikatakan konspirasi tersebut adalah untuk menerima “properti dan jasa dalam skala besar selama pekerjaan kontrak dan sub-kontrak untuk kementerian pertahanan.”

Ivanov, yang mengatakan dia tidak bersalah, menghadapi hukuman 15 tahun penjara jika terbukti bersalah. Media pemerintah memberitakan kasus ini secara penuh.

Penangkapan tiba-tiba sekutu Shoigu, yang ditugasi Presiden Rusia Vladimir Putin untuk berperang di Ukraina, memicu spekulasi mengenai pertarungan di kalangan elit dan tindakan keras publik terhadap korupsi yang melanda angkatan bersenjata Rusia pasca-Soviet.

Beberapa blogger Rusia, yang menuduh para jenderal senior tidak kompeten, bersukacita atas jatuhnya seorang pejabat tinggi militer yang telah lama dikaitkan dengan kekayaan besar.

Sebuah sumber Rusia, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan Ivanov adalah sekutu dekat Shoigu dan penangkapannya merupakan pukulan telak bagi menhan negara tersebut. Shoigu, sekutu Putin dan salah satu orang paling berkuasa di Rusia, diperkirakan akan mempertahankan posisinya dalam perombakan pemerintahan mendatang.

Kremlin mengatakan Putin dan Shoigu telah diberitahu. Kementerian pertahanan tidak memberikan komentar. Teman dekat Ivanov, Sergei Borodin, juga didakwa berkonspirasi menerima suap.

Kekayaan Besar dan Investigasi Ivanov

Ivanov, yang menjabat sebagai wakil menteri sejak 2016, bertanggung jawab atas pengelolaan properti, perumahan, konstruksi dan hipotek di kementerian pertahanan, yang pengeluarannya meningkat sejak invasi ke Ukraina dimulai.

Kantor berita negara TASS mengatakan penyelidikan terhadap Ivanov telah berlangsung selama beberapa waktu dan departemen kontra-intelijen militer FSB terlibat.

Kremlin menolak laporan Rusia bahwa Ivanov mungkin dicurigai melakukan pengkhianatan dan hanya menganggapnya sebagai spekulasi belaka.

Ivanov telah lama menjadi subjek investigasi jurnalistik. Yayasan Anti-Korupsi Rusia, yang dipimpin oleh mendiang pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny, menuduh Ivanov dan keluarganya menjalani kehidupan mewah termasuk kapal pesiar, helikopter, kunjungan ke French Riviera, pembelian berlian, dan rumah besar abad ke-19 di Moskow.

Majalah Forbes mencantumkan Ivanov sebagai salah satu orang terkaya di struktur keamanan Rusia. Investigasi lain menuduh adanya korupsi dalam rekonstruksi kota Mariupol di Ukraina yang dilakukan Rusia, yang kini dikuasai pasukan Rusia.

Ivanov tidak dapat berkomentar karena dia berada dalam tahanan. Putin bulan lalu memerintahkan FSB untuk memberantas korupsi dalam pengadaan pertahanan negara.

Ivanov, lulusan Universitas Negeri Moskow dengan gelar matematika, naik jabatan di sektor energi atom negara Rusia sebelum menjadi wakil kepala pemerintahan wilayah Moskow di bawah kepemimpinan Shoigu, yang saat itu menjabat sebagai gubernur.

 

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Habis Ukraina, Negara Ini Bisa Jadi Target Putin Selanjutnya


(luc/luc)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *